PENGEMBANGAN KOMPETENSI (BANGKOM) PADA ASN LINGKUNGAN KABUPATEN INDRAMAYU

Seiring Bergesernya Paradigma berfikir dalam konteks Bimbingan teknis kini telah bergeser yang pada awalnya Bimbingan teknis sekarang berubah menjadi Bangkom yaitu Pengembangan Kompetensi, dimana Bangkom ini lebih komprehensip tidak saja dalam pengertiannya namun demikian dengan maknanya. Yang dulu Badan Diklat itu berpikirnya hanya bagaimana untuk mengembangkan jenis diklatnya saja, akan tetapi Bangkom ini lebih menitik beratkan Pengembangan Kompetensinya lebih diperhatikan.

Tujuan dari pada semua Diklat yang ada Orientasinya adalah untuk meningkatkan kinerja, kinerja kita sebagai Aparatur pemerintah yang tugasnya adalah untuk memberi pelayanan prima terhadap masyarakat (society) sebagai reciver service. Sudah barang tentu untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat dibutuhkan upaya yang kongkrit yaitu meningkatakan  Kompetensi kita sebagai Aparatur sekaligus sebagai pemberi layanan, Indikator Kompetensi sendiri yaitu :

1. mempunyai wawasan atau pengetahuan yang mumpuni;

2. kemudian Skill atau keterampilan;

3. Attitude ini sangat penting di dalam memberi pelayanan, nampaknya indikator ini yang sangat membekas terhadap masyarakat, yang akan memberi kesan mendalam terhadap kualitas pelayanan, sehingga pada saat kita gagal dalam indikator ini dengan kata lain bersikap tidak ramah/ ketus dalam memberi pelayanan maka sudah barang tentu dipastikan pada saat kita membuat Survei Kepuasan Masyarakat akan mengalami nilai yang jelek, yang pada akhirnya berpengaruh signifikan terhadap Nilai Indek Kepuasan Masyarakat sebagai representasi kualitas pelayanan yang ada di Instansi.

BANGKOM atau Pengembangan Kompetensi mempunyai tujuan yaitu :

1. Mencarai GAP/ atau kesenjangan dengan cara membandingkan Standar dengan Kompetensi nyata kita pada saat ini, standar yang dimaksud yaitu tertuang pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur sipil Negara;

2. Mencari Rekomendasi bentuk dan jenis pengembangan Kompetensi yang  tepat.

Untuk mencari GAP Kopetensi yaitu dengan mengkomparasikan Standar Kompetensi yang ada dengan Kompetensi nyata kita, sedangakan untuk mencarai Rekomendasi yang tepat yaitu dengan cara hasil komparasi atau perbandingan kita dialogkan dengan pimpinan atau atasan langsung sesuasi atau tidak. Sehingga dari situ Standar Kompetensi dan dialog akan menghasilkan GAP, pada tingkat apakah GAP yang ada, Tingkat tinggi, sedang, rendah, atau bahkan tidak ada GAP, setelah GAP kita ketahui maka rekomendasi yang tepat dapat diberikan jenis pengembangan potensi apa tergantung daripada hasil GAP nya masing-masing punya penanganan tau Rekomendasi yang berbeda tergantung GAP nya itu sendiri.